Sabtu, 25 Juli 2015

Maju Pilkada Depok, Dimas Oky Siap Pensiun Jadi Pengamat Politik


DPP PDI Perjuangan telah menetapkan Dimas Okky Nugroho sebagai calon Walikota Depok, Jawa Barat yang akan bertarung pada Pilkada serentak. Dimas mengaku siap pensiun dari profesi sebelumnya sebagai pengamat politik dari Akar Rumput Strategic and Consulting.

"Ya tentu, karena saya telah bergabung dengan PDI Perjuangan dan direkomendasikan sebagai calon Walikota. ‎Saya akan mundur, dan fokus melayani warga Depok untuk menjadi lebih baik," ujar Dimas Oky saat dihubungi Liputan6.com, Sabtu (25/7/2015).

Dimas yang biasa memberikan analisa politik di berbagai media itu mengaku, keinginannya ikut terlibat politik sebagai bakal calon Walikota Depok sudah cukup kuat. Dia mengaku tidak takut dianggap pragmatis, karena menyeberang dari seorang analis politik menjadi politikus atau birokrat.

"Justru karena saya pengamat, saya paham betul ada rasa kegemesan melihat proses demokratisasi di Indonesia. Yang gimana pun kita enggak bisa menghindar dengan institusi politik, dan itu adalah parpol sebagai pilar utamanya. Untuk memperkuat proses demokratisasi, mau tidak mau kita harus memperkuat partai," kata dia.

Dimas pun bercerita, penetapan dirinya sebagai bakal calon Walikota Depok telah melalui prosedur yang berlaku di PDIP. Dalam proses seleksi yang dilakukan DPC PDIP Kota Depok, dirinya berhasil menyingkirkan 14 nama lain yang kebanyakan tokoh maupun politisi lokal.

"Tetap prosedur, itu dijalankan fit and proper test. Saya anggap ini keajaiban, berkah Ramadan. Dan saat last minute, ada 14 calon yang melamar dari PDIP,  tapi kemudian diputuskan saya oleh DPP dan DPC. Semoga jadi awalnya yang bagus untuk memperbaiki kesejahteraan warga di Depok," ucap dia.

Dimas menjelaskan, awalnya dirinya tidak berambisi sebagai bakal calon Walikota Depok. Pencalonan ini lantaran dorongan dari sejumlah kader PDIP dan para aktivis muda yang menginginkan figur muda memimpin kota penyangga Jakarta ini.

"Saya enggak ambisi awalnya untuk maju Pilwali (Pilkada Walikota) Depok, saya diundang oleh beberapa kader untuk ungkapkan visi dan misinya di Depok ke depan. Dan ternyata, PDIP memberi kesempatan pada anak muda seperti saya yang hanya bermodal idealisme, kreatifitas, dan semangat tampil dalam Pilwali ini," beber dia.

Menurut Dimas, semakin banyak para tokoh muda yang diberi kesempatan maju sebagai pemimpin, ia yakin bangsa ini akan semakin maju dengan dimulai dari daerah.

"Saya melihat ada Ridwan Kamil, lalu juga Bima Arya yang sebelumnya menjadi pengamat seperti saya. Mereka kelompok profesional, yang coba mengabdikan ketermpilannya untuk membantu masyarakat dan bisa dibilang menjadi salah satu  motivasi saya. Tapi kita bicara tentang politik, itu kan pilihan, kita bisa jadi akademisi, pengamat, atau peneliti," kata Dimas.

Dalam Pilkada Depok, Dimas akan berdampingan dengan Babay Suhaimi, yang merupakan Ketua DPC Partai Golkar Kota Depok. Dengan kombinasi tokoh muda dan tokoh senior di Kota Depok, ia yakin akan mampu meraup suara banyak dan bersaing dengan calon lainnya.

"Pak Babay ini kan tokoh di Depok. Kita gotong-royong, kerja keras, Namun dalam strategi pemenangan tidak serta merta bicara popularitas dan elektabilitas kekinian. Prosesnya masih ada waktu untuk kerja, ditambah mesin politik yang solid dan teruji," pungkas Dimas. (Rmn/Mut)
sumber

Jelang lengser, Nur Mahmudi rotasi 139 PNS Depok

Depok News–Sebanyak 139 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari esselon II, III, dan IV di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dirotasi, Jumat (24/7). Rotasi menjelang lengsernya kepemimpinan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail ini diharapkan dapat mendokrak kinerja dan pembangunan Kota Depok.
“Tentunya, rotasi ini merupakan upaya untuk meningkatkan pembangunan di Kota Depok, dengan adanya penyegaran dengan ide-ide barunya dalam memajukan Kota Depok,” kata Nur dalam sambutannya.
Bentuk optimistis Nur yakni dengan diisinya beberapa jabatan penting yang sempat kosong beberapa lama. Salah satunya adalah jabatan Asisten Administrasi yang kini ditempati oleh Widyati Riyandani yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (BPMK) Kota Depok.
Posisi yang sebelumnya kosong, menurut Nur Mahmudi, memiliki berbagai fungsi yang diharapkan dapat memperkokoh dan memperkuat kerja Sekretaris Daerah (Setda), juga pengendalian dan pemanfaatan ketertiban aparat sipil negara lainnya. “Semoga dengan posisi yang baru ini, Setda dapat lebih kokoh lagi,” ucapnya.
Dalam kesempatan ini, Nur Mahmudi turut meminta para lurah dan camat baru untuk meningkatkan pengendalian ekonomi di tingkat makro di tiap wilayahnya. Intinya, bisa melihat potensi dari sumber daya yang berada di lingkungannya.
“Setelah dilantik mereka bisa langsung bekerja untuk membangun wilayahnya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Depok, Sri Utomo, menambahkan jika rotasi ini lebih menitikberatkan pada PNS yang sudah lama menduduki jabatan sebelumnya. Kisaran lima sampai tujuh tahun, maka dilakukan rotasi untuk penyegaran agar dapat suasana baru dan meningkatkan kinerja.
“PNS lama yang dirotasi agar ada penyegaran saja,” ungkapnya.
Ditemui usai pelantikan, Widyati Riyandani mengatakan siap menjalankan tugas yang diberikan. Sembari mempelajari tugas barunya, dia berharap dapat memberikan dampak positif bagi Pemkot Depok.
“Mudah-mudahan semua tugas dapat berjalan lancar,” tutupnya, singkat. (mia/fyu)

Depok News–Sebanyak 139 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari esselon II, III, dan IV di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dirotasi, Jumat (24/7). Rotasi menjelang lengsernya kepemimpinan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail ini diharapkan dapat mendokrak kinerja dan pembangunan Kota Depok.
“Tentunya, rotasi ini merupakan upaya untuk meningkatkan pembangunan di Kota Depok, dengan adanya penyegaran dengan ide-ide barunya dalam memajukan Kota Depok,” kata Nur dalam sambutannya.
Bentuk optimistis Nur yakni dengan diisinya beberapa jabatan penting yang sempat kosong beberapa lama. Salah satunya adalah jabatan Asisten Administrasi yang kini ditempati oleh Widyati Riyandani yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (BPMK) Kota Depok.
Posisi yang sebelumnya kosong, menurut Nur Mahmudi, memiliki berbagai fungsi yang diharapkan dapat memperkokoh dan memperkuat kerja Sekretaris Daerah (Setda), juga pengendalian dan pemanfaatan ketertiban aparat sipil negara lainnya. “Semoga dengan posisi yang baru ini, Setda dapat lebih kokoh lagi,” ucapnya.
Dalam kesempatan ini, Nur Mahmudi turut meminta para lurah dan camat baru untuk meningkatkan pengendalian ekonomi di tingkat makro di tiap wilayahnya. Intinya, bisa melihat potensi dari sumber daya yang berada di lingkungannya.
“Setelah dilantik mereka bisa langsung bekerja untuk membangun wilayahnya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Depok, Sri Utomo, menambahkan jika rotasi ini lebih menitikberatkan pada PNS yang sudah lama menduduki jabatan sebelumnya. Kisaran lima sampai tujuh tahun, maka dilakukan rotasi untuk penyegaran agar dapat suasana baru dan meningkatkan kinerja.
“PNS lama yang dirotasi agar ada penyegaran saja,” ungkapnya.
Ditemui usai pelantikan, Widyati Riyandani mengatakan siap menjalankan tugas yang diberikan. Sembari mempelajari tugas barunya, dia berharap dapat memberikan dampak positif bagi Pemkot Depok.
“Mudah-mudahan semua tugas dapat berjalan lancar,” tutupnya, singkat. (mia/fyu)
- See more at: http://depoknews.id/jelang-lengser-nur-mahmudi-rotasi-139-pns-depok/#sthash.jYm4XIj2.dpuf

PKS Bantah Pernyataan Idris Abdul Shomad

Depok, (Antara Megapolitan) - Ketua Kebijakan Publik DPD PKS Kota Depok Muttaqin membantah pernyataan Bakal Calon Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad yang menyatakan bahwa dirinya didukung kader dan Imam Budi Hartono didukung struktur partai tersebut.

"Kader dukung Idris Abdul Shomad dan struktur dukung Imam Budi Hartono tidak benar. Struktur DPD PKS beragam pilihannya, ada yang ke Imam ada pula yang ke Idris. Jadi berimbanglah keduanya," kata Muttaqin di Depok, Jawa Barat, Minggu.

DPD PKS Kota Depok Jawa Barat menjaring melalui Pemira yaitu Idris Abdul Shomad dan Imam Budi Hartono untuk bersaing memperebutkan dukungan dari DPP PKS agar dicalonkan menjadi wali kota Depok periode 2016-2021.

Idris Abdul Shomad saat ini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Depok dan Imam Budi Hartono merupakan mantan anggota DPRD Depok dan DPRD Jawa Barat serta juga mantan Ketua Tim Sukses pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar pada pemilihan gubernur Jawa Barat 2013.

Lebih lanjut Muttaqin menyatakan kalau Imam Budi Hartono lebih peluang dipilih struktur itu mungkin saja, mengingat Imam lebih dekat dengan struktur dan ia merupakan pengurus DPW PKS Jabar dan juga mantan ketua DPD PKS Kota Depok.

Sedangkan Idris mungkin lebih dekat dengan orang-orang Dewan Syariah Pusat yang umumnya satu almamater dengan beliau.

Muttaqin juga membenarkan kalau Imam lebih berpeluang dipilih struktur, mengingat tim penjaringan PKS dipercayakan oleh DPW PKS Jabar semuanya kepada kader PKS dari Beji, dimana Imam adalah warga Beji.

"Mereka tentu lebih mengenal Imam dari pada Idris. Tapi saya percaya mereka akan objektif, karena PKS ingin menang," ujarnya.

Namun Muttaqin menyatakan dengan tegas bahwa dirinya tidak berpihak kemana-mana, karena saya dekat dengan keduanya. "Siapapun yang diputuskan DPP PKS nanti pasti saya dukung," katanya.

Sementara itu Idris Abdus Shomad membantah adanya pernyataan bahwa kader PKS dukung dirinya dan struktur PKS dukung Imam Budi Hartono.

Muttaqin menyatakan setelah saya konfirmasi langsung ke Idris Abdul Shomad bukan seperti itu yang dia sampaikan kepada wartawan, itu terjemahan atau kesimpulan wartawan saja.

"Bahwa saya banyak dipilih kader PKS ukurannya hasil pemira yang dilakukan PKS sendiri, di mana saya mendapat suara terbanyak. Tapi tidak berarti saya mengklaim semua kader PKS memilih saya," ujar Muttaqin menirukan keterangan Idris Abdul Shomad.

Sementara itu Sekretaris DPD PKS Kota Depok Hafiz menyatakan hasil Pemira menjadi kewenangan dari DPW PKS Jawa Barat dan kami di DPD hanya sebagai pelaksana saja.

Ia mengatakan memang keduanya Imam Budi Hartono dan Idris Abdul Shomad diberi keleluasaan melakukan sosialisasi dan konsolidasi kepada kosntituennya masing-masing untuk mendapat dukungan.

"Saat ini kami hanya menunggu keputusan dari DPP PKS siapa yang menjadi calon wali kota Depok," katanya.

Doktor Muda Lulusan Australia Siap Rebut Kursi Wali Kota Depok


Menjelang dibukanya pendaftaran pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota  Depok dari partai politik untuk Pilkada Depok 2015, dua pasangan calon sudah hampir pasti diusung oleh sejumlah partai poliitik pemilik kuota suara.
Kedua pasangan calon tersebut adalah Idris Abdul Shomad- Pradi Supriyatna yang diusung PKS dan Gerindra, serta Dimas Oky Nugroho-Babai Suhaimi yang diusung PDIP.
Mereka tinggal menunggu waktu untuk mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok. Masa pendaftaran akan dibuka KPU, mulai Minggu (26/7/2015) sampai Selasa (28/7/2015).
Sebab sesuai UU Pilkada mereka sudah mengantogi kuota 20 persen suara di legislatif Depok. Idris-Pradi yang diusung PKS-Gerindra memiliki kuota suara 30 persen atau 15 kursi dari 50 kursi di legislatif atau DPTD Depok. Dimana PK5 memiliki 6 kursi dan Gerindra 9 kursi.
Sementara Dimas-Babai memenuhi 20 persen suara karena kursi PDIP di legislatif Depok adalah 11 kursi. Dari peta politik yang ada, maka masih ada peluang untuk satu pasangan calon lain, ikut dalam Pilkada Depok 2015.
Sebab, sebagian besar parpol menengah yang memiliki suara di legislatif Depok belum menentukan pilihan dan pasangan calon yang diusung, walau masa pendaftaran pasangan calon tinggal dua hari lagi.
Termasuk di antaranya adalah Partai Golkar yang kadernya Babai Suhaimi, justri diusung oleh PDIP sebagai calon Wakii Wali Kota Depok.

Peluang adanya satu pasangan calon lagi di Pilkada Depok, akan datang dari Koalisi Depok Bersatu (KDB) yang beberapa waktu lalu dideklarasikan oleh sejumlah parpol menengah di Depok.
KDB terdiri dari PAN (6 kursi legislatif), Demokrat (5 kursi), PPP (4 kursi), Hanura (2 kursi), Nasdem (1 kursi), dan PKB (1 kursi).
Dengan 19 kursi legislatif di Depok, maka koalisi ini memiliki 38 persen kuota suara. Kuota ini melebihi syarat yang ditetapkan KPU untuk bisa mengusung pasangan calon yang hanya 20 persen.
KDB diperkirakan akan menyatu dengan Partai Golkar, dimana tim islah dari dia kubu Golkar yang berseteru yakni versi Munas Ancol dan Munas Bali tengah berkomunikasi untuk menyepakati pasangan calon yang sama untuk mereka usung di Pilkada Depok 2015.
Golkar yang hanya memiliki 5 kursi di legislatif tidak bisa mengusung pasangan calon sendiri dan harus berkoalisi dengan parpol lain.
Kemungkinan Golkar Depok merapat ke KDB atau parpol lain dan bukan ke PDIP yang jelas-jelas mengusung kader Golkar sebagai sebagai calon Wakil Walikota Depok, diisyaratkan oleh Ketua Umum Partai Golkat Agung Laksono, versi Munas Ancol saat menghadiri Muda Golkar Depok, di Slipi, Jakarta Barat, Jumat (24/7/2015).
"Kami tidak merekomendasikan Babai. Yang diajukan Golkar untuk Pilkafa namanya harus sama dan disepakati dua kubu. Nanti malam baru mulai dibicarakan nama lainnya," kata Agung.

PDIP Usung Dimas-Babai di Pilkada Depok


Dimas Oky Nugroho-Babai Suhaimi diusung oleh DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Depok telah meresmikan pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok periode 2016-2021. Babai saat ini masih menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Depok. Kedua nama itu tidak ikut dalam proses penjaringan bakal calon yang digelar beberapa waktu lalu. Dimas mengatakan, hanya menerima amanah dari pimpinan untuk ikut bertarung dalam bursa pencalonan. Dimas mengklaim pencalonannya sudah dilakukan sejak lama dan bukan hanya muncul tiba-tiba. "Ini amanah dan saya sangat berterimakasih diberi kesempatan oleh partai besar ini," kata Dimas ditemui di Sekarpeni, Depok, Selasa 21 Juli 2015 kemarin. Dimas mengaku tidak menyangka kalau partai menunjuknya untuk maju menjadi bakal calon. Ketika disanding dengan Babai, pria asal Jawa Timur itu mengaku memiliki chemistry. "Saya diberi kesempatan bermodalkan visi besar untuk memajukan Depok. Saya tidak pernah menyangka sebelumnya," akunya. source: http://metro.sindonews.com/read/1025082/171/pdip-usung-dimas-babai-di-pilkada-depok-1437481172

Demi Depok-1, Dimas Oky Siap Lepas Kesibukan Di Istana



Bisnis.com, DEPOK- Calon wali kota Depok  dari PDIP, Dimas Oky Nugroho mengungkapkan akan berfokus pada pemenangan Pilkada Depok yang digelar pada 9 Desember 2015.
Dia menyatakan akan berhenti dari aktivitasnya sebagai pengamat politik di Akar Rumput Strategic Consulting dan aktif di staf ahli kantor presiden akan dikurangi.
"Tentu, saya akan fokus di Pilkada Depok," ujarnya, Selasa (21/7/2015).
Dimas Oky Nugroho telah resmi dicalonkan oleh PDIP untuk menjadi calon wali kota Depok menyusul surat penetapan rekomendasi dari pimpinan pusat partai. Sebagai pendampingn, diusung nama Ketua Partai Golkar Kota Depok Babai Suhaimi.
Penetapan pencalonan Dimas membuat peta politik di Kota Depok semakin memanas setelah hampir 19 kader internal partai banteng itu tersingkir. Kemunculan nama Dimas banyak dikeluhkan kader internal partai.
Dimas mengaku tak ambil pusing dengan banyaknya perbedaan pendapat di internal partai tersebut. "Bagus kalau begitu, berarti PDIP di Depok hidup dan dinamis," ujarnya.
Dia optimistis pencalonannya dengan Babai bisa berhasil seiring elektabilitas anggota DPRD Fraksi Golkar tersebut sudah banyak dikenal orang.

sumber

Nama Dimas Oky Nugroho dikabarkan Akan Maju Ke Pilkada Depok Bersama Babai Suhaemi



HarianDepok.com – Berita , Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang beberapa waktu lalu sempat memberikan pernyataannya mengenai perihal pengumuman nama kandidatnya yang akan maju ke putaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kota Depok pada 09 Desember 2015 mendatang saat ini dikabarkan telah memilih nama Dimas Oky Nugroho yang akan dipasangkan bersama Babai Suhaemi dari Fraksi Partai Golkar.
Seperti yang diketahui, bahwa memang pada beberapa pekan yang lalu, para Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP telah memberikan nama nama kandidatnya ke DPP untuk diseleksi kembali dan akan diumumkan pada minggu minggu ini, namun kabar dilapangan santer terdengar nama Dimas Oky lah yang akan maju ke putaran Pilkada kota Depok nanti.
Dimas, dalam tanggapannya mengenai perihal namanya yang akan dipasangkan dengan Babai Suhaemi untuk maju ke putaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) nanti mengatakan, bahwa dirinya hanya menerima amanah dari pimpinan untuk maju dan bertarung dalam acara perhelatan akbar kpta Depok Desember mendatang.
Dirinya mengaku bahwa namanya dalam bursa kandidat calon Walikota Depok periode 2016 – 2021 saat ini bukanlah hal yang mendadak, namun namanya tersebut memang sudah ada sejak lama. Oleh sebab itu dirinya mengklaim hal tersebut bukanlah hal yang aneh.
“Jika memang amanahnya seperti itu, saya akan menjalankan dengan sebaik baiknya dan saya pun juga sangat berterima kasih karena sudah diberikan kesempatan oleh partai besar ini,” ujarnya kepada rekan media di gedung Sekarpeni, Depok, Selasa (21/07/2015).
Menurutnya keterangannya, bahwa namanya dalam bursa bakal calon kandidat dari partainya tersebut memanglah sudah ada sejak lama, namun dirinya tidak menyangka bahwa namanya tersebut akan diikutsertakan dan dipasangkan bersama Babai Suhaemi untuk maju ke putaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kota Depok mendatang.
“Saya sangat senang sekali dipasangkan dengan pak Babai, beliau adalah sosok yang bersahaja berwibawa dan berwawasan luas. Saya tidak pernah menyangka sebelumnya. Jika memang ini adalah keputusan dari pimpinan, maka saya akan menjalankan dengan sebaik mungkin,” katanya.(Izl)
[AndriIdaman/HD]

Ketua PDIP Depok Yakin Kader dan Pengurus Partai Setujui Babai Suhaimi


Ketua DPC PDIP Kota Depok, Hendrik Tangke Allo, yakin pasangan Dimas Oky Nugroho dan Babai Suhaimi yang diusung partainya maju di Pilkada Depok 2015  akan diterima  kader dan pengurus PDIP Depok.
"Kalau nanti sudah resmi kami deklarasikan, maka saya yakin semua kader dan pengurus akan menerimanya serta bekerja keras untuk memenangkannya," kata Hendrik, Kamis (23/7/2015).
Menurutnya banyaknya suara penolakan di akar rumput PDIP Depok saat ini, adalah wajar sebagai bentuk eksistensi kader di daerah.
"Itu biasa dalam dinamika polirik. Namun nantinya kader PDIP akan menyatu lagi dan makin solid. Saya yakin itu," kata Hendrik.
Hendrik percaya karena ia mengaku kenal betul dengan karakter para kadernya di Depok yang sangat loyal.
Seperti diketahui, dalam rapat kerja cabang khusus yang digelar PDIP Depok, Selasa (21/7/2015) lalu, diperkenalkan ke kader dan pengurus pasangan calon yang ditetapkan DPP PDIP dan diusung maju di Pilkada Depok. Pasangan calon yang dimaksud adalah Dimas Oky Nugroho dan Babai Suhaimi.
Sontak hal ini mendapat penolakan kerfas dari sebagian besar kader dan pengurus PDIP Depok. Bahkan karenanya Rakersabsus ricuh dan nyaris baku hantam.

Source : http://wartakota.tribunnews.com/2015/07/24/ketua-pdip-depok-yakin-kader-dan-pengurus-partai-setujui-babai

Maju di Pilkada Depok, Dimas-Babai Dinilai Harapan Baru


JAKARTA - PDIP dan Partai Golkar resmi mengusung Dimas Oky Nugroho-Babai Suhaimi untuk maju di Pilkada Kota Depok pada 9 Desember 2015 mendatang. Keduanya diyakini dapat memajukan kota tersebut. "Saya yakin Dimas-Babai bisa mewujudkan Depok sebagai kota maju dan sejahtera, saya sebagai masyarakat Depok mengapresiasi dan mendukung penuh pasangan Dimas-Babai," kata Ketua Pemuda Depok Bersatu Taufiq Kurrohman dalam keterangan tertulisnya, Kamis 23 Juli 2015. Lanjut Taufiq, sudah saatnya Depok dipimpin anak muda yang punya kredibilitas dan pro terhadap anak muda. Apalagi Depok anak mudanya tidak pernah diayomi oleh pemerintah. "Sehingga Dimas-Babai tentu menjadi harapan baru bagi pemuda, Depok khususnya," ujarnya Di tempat terpisah, Direktur Eksekutif Pustaka Institute Rahmat Sholeh menilai, Dimas adalah figur muda yang mumpuni dan kredibel, sehingga layak jika dia mendapat rekom PDIP. Menurut dia, secara hitungan politis pasangan ini cukup kuat. "Disamping itu keberanian figur muda untuk maju dalam pilkada perlu didukung oleh seluruh komponen masyarakat, jika masyarakat rindu kemakmuran dan perubahan," katanya. 
Source: http://metro.sindonews.com/read/1025757/171/maju-di-pilkada-depok-dimas-babai-dinilai-harapan-baru-1437678677