Sabtu, 25 Juli 2015

Doktor Muda Lulusan Australia Siap Rebut Kursi Wali Kota Depok


Menjelang dibukanya pendaftaran pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota  Depok dari partai politik untuk Pilkada Depok 2015, dua pasangan calon sudah hampir pasti diusung oleh sejumlah partai poliitik pemilik kuota suara.
Kedua pasangan calon tersebut adalah Idris Abdul Shomad- Pradi Supriyatna yang diusung PKS dan Gerindra, serta Dimas Oky Nugroho-Babai Suhaimi yang diusung PDIP.
Mereka tinggal menunggu waktu untuk mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok. Masa pendaftaran akan dibuka KPU, mulai Minggu (26/7/2015) sampai Selasa (28/7/2015).
Sebab sesuai UU Pilkada mereka sudah mengantogi kuota 20 persen suara di legislatif Depok. Idris-Pradi yang diusung PKS-Gerindra memiliki kuota suara 30 persen atau 15 kursi dari 50 kursi di legislatif atau DPTD Depok. Dimana PK5 memiliki 6 kursi dan Gerindra 9 kursi.
Sementara Dimas-Babai memenuhi 20 persen suara karena kursi PDIP di legislatif Depok adalah 11 kursi. Dari peta politik yang ada, maka masih ada peluang untuk satu pasangan calon lain, ikut dalam Pilkada Depok 2015.
Sebab, sebagian besar parpol menengah yang memiliki suara di legislatif Depok belum menentukan pilihan dan pasangan calon yang diusung, walau masa pendaftaran pasangan calon tinggal dua hari lagi.
Termasuk di antaranya adalah Partai Golkar yang kadernya Babai Suhaimi, justri diusung oleh PDIP sebagai calon Wakii Wali Kota Depok.

Peluang adanya satu pasangan calon lagi di Pilkada Depok, akan datang dari Koalisi Depok Bersatu (KDB) yang beberapa waktu lalu dideklarasikan oleh sejumlah parpol menengah di Depok.
KDB terdiri dari PAN (6 kursi legislatif), Demokrat (5 kursi), PPP (4 kursi), Hanura (2 kursi), Nasdem (1 kursi), dan PKB (1 kursi).
Dengan 19 kursi legislatif di Depok, maka koalisi ini memiliki 38 persen kuota suara. Kuota ini melebihi syarat yang ditetapkan KPU untuk bisa mengusung pasangan calon yang hanya 20 persen.
KDB diperkirakan akan menyatu dengan Partai Golkar, dimana tim islah dari dia kubu Golkar yang berseteru yakni versi Munas Ancol dan Munas Bali tengah berkomunikasi untuk menyepakati pasangan calon yang sama untuk mereka usung di Pilkada Depok 2015.
Golkar yang hanya memiliki 5 kursi di legislatif tidak bisa mengusung pasangan calon sendiri dan harus berkoalisi dengan parpol lain.
Kemungkinan Golkar Depok merapat ke KDB atau parpol lain dan bukan ke PDIP yang jelas-jelas mengusung kader Golkar sebagai sebagai calon Wakil Walikota Depok, diisyaratkan oleh Ketua Umum Partai Golkat Agung Laksono, versi Munas Ancol saat menghadiri Muda Golkar Depok, di Slipi, Jakarta Barat, Jumat (24/7/2015).
"Kami tidak merekomendasikan Babai. Yang diajukan Golkar untuk Pilkafa namanya harus sama dan disepakati dua kubu. Nanti malam baru mulai dibicarakan nama lainnya," kata Agung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar